Blog

Apakah WhatsApp Bisa Digunakan Di Banyak Perangkat

Can WhatsApp Be Used On Multiple Devices

Ringkasan Singkat

  • WhatsApp secara tradisional menerapkan model satu-perangkat-per-akun, di mana perangkat sebelumnya akan otomatis logout saat perangkat baru login
  • WhatsApp Web mencerminkan chat dari ponsel yang terhubung, tetapi mengharuskan ponsel tersebut tetap terhubung ke internet
  • Sejak akhir 2021, fitur multi-perangkat WhatsApp memungkinkan pengguna menautkan hingga empat perangkat tambahan tanpa perlu menjaga ponsel utama tetap online
  • Panggilan suara/video serta perubahan akun atau nomor masih terbatas pada perangkat ponsel utama
  • Pengguna sebaiknya rutin meninjau perangkat yang tertaut dan mengaktifkan verifikasi dua langkah untuk melindungi keamanan akun
  • Alat pihak ketiga seperti oChats.io, yang digunakan bersama WhatsApp Business API, memungkinkan satu nomor WhatsApp diakses dari banyak perangkat

Memahami Keterbatasan Perangkat WhatsApp

WhatsApp secara tradisional beroperasi dengan model satu-perangkat-per-akun. Artinya, pengguna hanya bisa login ke akun WhatsApp mereka pada satu perangkat ponsel dalam satu waktu. Ketika pengguna mencoba login ke WhatsApp di perangkat baru, aplikasi akan secara otomatis logout dari perangkat sebelumnya. Batasan ini terutama disebabkan oleh fokus WhatsApp pada keamanan dan privasi, guna memastikan pesan terenkripsi dan hanya dapat diakses oleh penerima yang dituju
(UNISI, 2022;
Jannah, 2023)
. Namun, WhatsApp telah memperkenalkan fitur bernama "WhatsApp Web," yang memungkinkan pengguna mengakses akun mereka melalui komputer atau tablet. Fitur ini pada dasarnya mencerminkan percakapan dari perangkat ponsel, memungkinkan pengguna mengirim dan menerima pesan dari komputer mereka selama ponsel mereka tetap terhubung ke internet
(Sumarni & Vandayani, 2022)
.

WhatsApp Web: Pintu Gerbang Menuju Akses Multi-Perangkat

WhatsApp Web merupakan solusi populer bagi pengguna yang ingin mengakses pesan mereka di berbagai perangkat. Untuk menggunakan WhatsApp Web, pengguna perlu mengikuti langkah-langkah berikut:
  1. Buka WhatsApp Web: Kunjungi situs WhatsApp Web melalui browser komputer.
  2. Pindai Kode QR: Buka WhatsApp di ponsel, buka menu, lalu pilih "WhatsApp Web." Gunakan ponsel untuk memindai kode QR yang ditampilkan di layar komputer.
  3. Mulai Mengirim Pesan: Setelah kode QR dipindai, pengguna dapat mengakses pesan WhatsApp mereka di komputer.
Meskipun WhatsApp Web memungkinkan akses multi-perangkat, penting dicatat bahwa ponsel harus tetap terhubung ke internet agar versi web dapat berfungsi. Ini berarti jika ponsel kehilangan koneksi, sesi web juga akan terputus (Asiedu et al., 2019).

Diperkenalkannya Dukungan Multi-Perangkat

Pada akhir 2021, WhatsApp mengumumkan peluncuran fitur multi-perangkat yang memungkinkan pengguna menautkan hingga empat perangkat tambahan ke akun WhatsApp mereka tanpa mengharuskan ponsel utama online. Fitur ini secara signifikan meningkatkan kegunaan WhatsApp di berbagai perangkat, memungkinkan pengguna mengakses pesan mereka di berbagai platform, termasuk tablet dan komputer, secara independen dari ponsel mereka (Bellaaj, 2021; Intan & Dedu, 2024). Untuk mengatur dukungan multi-perangkat, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
  1. Buka WhatsApp Di Ponsel: Pastikan aplikasi telah diperbarui ke versi terbaru.
  2. Akses Perangkat Tertaut: Buka "Pengaturan," lalu pilih "Perangkat Tertaut."
  3. Tautkan Perangkat Baru: Ketuk "Tautkan Perangkat" dan ikuti petunjuk untuk memindai kode QR yang ditampilkan di perangkat baru.
Setelah tertaut, pengguna dapat mengirim dan menerima pesan dari perangkat tambahan tanpa perlu menjaga perangkat utama mereka tetap terhubung ke internet. Fitur ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang sering berpindah antar perangkat atau mereka yang menggunakan WhatsApp untuk keperluan bisnis (Wulandari & Damayanti, 2021).

Pertimbangan Keamanan dan Privasi

Meskipun fitur multi-perangkat meningkatkan kenyamanan, fitur ini juga menimbulkan pertanyaan seputar keamanan dan privasi. WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end, memastikan pesan tetap privat dan aman. Namun, pengguna harus berhati-hati saat menautkan perangkat, karena akses tanpa izin dapat membahayakan akun mereka (Hasal et al., 2021). Untuk mengurangi risiko, pengguna sebaiknya:
  • Rutin Meninjau Perangkat Tertaut: Periksa secara berkala daftar perangkat tertaut di pengaturan WhatsApp dan hapus perangkat yang sudah tidak digunakan lagi (Rossini et al., 2020).
  • Aktifkan Verifikasi Dua Langkah: Ini menambahkan lapisan keamanan tambahan dengan mewajibkan PIN saat mendaftarkan ulang nomor ponsel ke WhatsApp (Kamdjoug, 2023).
  • Berhati-hati Dengan Perangkat Publik: Hindari menautkan WhatsApp ke perangkat publik atau bersama, karena dapat mengekspos informasi pribadi (Marlinah, 2023).

Keterbatasan Dukungan Multi-Perangkat

Meskipun ada kemajuan dalam fungsi multi-perangkat, masih ada keterbatasan yang perlu diketahui:
  1. Fitur Terbatas: Beberapa fitur, seperti kemampuan melakukan panggilan suara dan video, mungkin tidak tersedia di semua perangkat tertaut. Saat ini, fitur-fitur tersebut terutama didukung di perangkat ponsel (Rahmatulloh et al., 2023).
  2. Manajemen Akun: Pengguna tidak dapat mengelola pengaturan akun mereka atau mengganti nomor ponsel dari perangkat tertaut. Tindakan tersebut harus dilakukan di perangkat ponsel utama (Muzanima et al., 2024).
  3. Sinkronisasi Data: Meskipun pesan disinkronkan di seluruh perangkat, data tertentu, seperti cadangan chat, masih terikat pada perangkat utama. Pengguna harus memastikan perangkat utama mereka dicadangkan secara berkala untuk menghindari kehilangan data (Rafi'ulhaq & Handoko, 2024).

Kesimpulan

WhatsApp telah berkembang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang ingin mengakses akun mereka di berbagai perangkat. Dengan hadirnya WhatsApp Web dan fitur multi-perangkat, pengguna kini dapat menikmati fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola komunikasi mereka. Namun, tetap penting untuk waspada terhadap keamanan dan privasi saat menggunakan fitur-fitur ini. Dengan memahami keterbatasan dan praktik terbaik terkait akses multi-perangkat, pengguna dapat memaksimalkan pengalaman WhatsApp mereka sekaligus memastikan informasi mereka tetap aman. Sebagai alternatif, Anda dapat mempertimbangkan software multichat seperti oChats.io sebagai software pihak ketiga yang memungkinkan Anda mengakses 1 nomor WhatsApp dengan banyak perangkat. Ini dapat dilakukan menggunakan WhatsApp Business API. Seiring WhatsApp terus berinovasi dan meningkatkan platformnya, pengguna dapat mengharapkan peningkatan lebih lanjut dalam fungsi multi-perangkat, menjadikannya alat komunikasi yang semakin penting dalam konteks pribadi maupun profesional.

Referensi

  • Asiedu, E., Shortland, S., Nawar, Y., Jackson, P., & Baker, L. (2019). Supporting ghanaian micro-entrepreneurships: the role of mobile technology. Journal of Entrepreneurship in Emerging Economies, 11(3), 306-327. https://doi.org/10.1108/jeee-05-2018-0046
  • Bellaaj, M. (2021). Why and how do individual entrepreneurs use digital channels in an emerging market? determinants of use and channel coordination. International Journal of Emerging Markets, 18(9), 2735-2764. https://doi.org/10.1108/ijoem-08-2020-0882
  • Hasal, M., Nowaková, J., Saghair, K., Abdulla, H., Snåšel, V., & Ogiela, L. (2021). Chatbots: security, privacy, data protection, and social aspects. Concurrency and Computation Practice and Experience, 33(19). https://doi.org/10.1002/cpe.6426
  • Intan, N. and Dedu, M. (2024). Optimizing sales of candied mangoes through digital martketing on the whatsapp business platform. Indonesian Journal of Business Analytics, 4(2), 371-380. https://doi.org/10.55927/ijba.v4i2.8883
  • Jannah, R. (2023). Utilization of whatsapp business in marketing strategy to increase the number of sales through direct interaction with customers. Syntax Idea, 5(4), 488-495. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v5i4.2192
  • Kamdjoug, J. (2023). The influence of social network communication on the buying behavior of cameroonian consumers on social e-commerce platforms. Journal of Enterprise Information Management, 36(5), 1319-1348. https://doi.org/10.1108/jeim-09-2022-0329
  • Marlinah, A. (2023). Digital marketing strategy uses e-commerce to maintain msmes business kkgohan.id., 26-32. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-146-3_4
  • Muzanima, J., Shipandeni, M., Togarepi, C., Shivolo-Useb, S., Jona, C., & Petrus, N. (2024). Constraints and coping strategies of urban agriculture households in namibia's informal settlements during covid‐19. Urban Agriculture & Regional Food Systems, 9(1). https://doi.org/10.1002/uar2.70006
  • Rafi'ulhaq, F. and Handoko, Z. (2024). Analis penggunaan aplikasi whatsapp business dalam strategi pemasaran produk kunyit dan temulawak (kajian pustaka). JUPIEKES, 2(3), 94-103. https://doi.org/10.59059/jupiekes.v2i3.1588
  • Rahmatulloh, A., Dzikry, F., Shofa, R., & Rizal, R. (2023). Automatic screen reader using jitbit for sending message on whatsapp messenger. Journal of Innovation Information Technology and Application (Jinita), 5(1), 22-31. https://doi.org/10.35970/jinita.v5i1.1752
  • Rossini, P., Stromer‐Galley, J., Baptista, É., & Oliveira, V. (2020). Dysfunctional information sharing on whatsapp and facebook: the role of political talk, cross-cutting exposure and social corrections. New Media & Society, 23(8), 2430-2451. https://doi.org/10.1177/1461444820928059
  • Sumarni, T. and Vandayani, P. (2022). Utilization of e-wom strategy and whatsapp group texting in building trust and shopper intention to conventional business sectors during the coronavirus pandemic. Linguistics and Culture Review, 6, 731-745. https://doi.org/10.21744/lingcure.v6ns1.2149
  • UNISI, F. (2022). Mengoptimalisasikan c-commerce whatsapp business pada pengusaha kopra putih (gudang kelapa do'a ibu) tembilahan kab. indragiri hilir riau.. https://doi.org/10.31219/osf.io/usv9a
  • Wulandari, T. and Damayanti, F. (2021). Marketing communication strategy of al quran publisher in the covid-19 pandemic crisis. Proceeding of International Conference on Business Economics Social Sciences and Humanities, 2, 710-728. https://doi.org/10.34010/icobest.v2i.
Rick Chua

Rick Chua

Rick is Head of Performance and AI Marketing Expert with a strong background in digital agency leadership, specializing in AI agent automation and data-driven marketing strategies.

Kami Sudah Siap, Bagaimana dengan Anda?

Mari kembangkan jangkauan Anda bersama kami

Yang kami lakukan di sini adalah membantu pelanggan kami (Anda) mendapatkan hasil yang Anda inginkan dengan sebagian kecil dari pendapatan bisnis Anda.

Jelajahi Yaeris